Outbound Training Pengembangan Diri (Self Mastery) ini merupakan outbound training untuk karyawan, wirausahawan, manajer, guru, dan para sales yang bergerak di bidangnya masing-masing sehingga memiliki kemampuan optimal dalam setiap karya yang dihasilkannya. Melalui training pengembangan diri ini akan dihasilkanlah individu yang berkualitas, dimana individu yang berkualitas ini merupakan individu yang memiliki inovasi, pro aktif, cepat tanggap dan tekun dalam menjalani segala tugas dan tanggungjawab yang dimilikinya.
Dengan Outbound Training Pengembangan Diri (Self Mastery) ini kami mencoba membangun emosi, fisik, intelegensi, dan lainnya dalam diri karyawan yang berkualitas terutama untuk menghadapi situasi dan kondisi organisasi/perusahaan yang senantiasa berubah dan juga lingkungan secara mikro maupun makro.
Peserta
Peserta Outbound Training Pengembangan Diri Minimal 24 orang per batch untuk level bawah hingga menengah, atau karyawan baru.
Manfaat bagi Peserta
Memahami Kekurangan dan Kelebihan Diri
Membangun inner motivasi dalam bekerja
Membangun karakter positif dan pemahaman konsep diri dan pengembangan diri
Membangun kesiapan dan ketangguhan dalam menghadapi setiap perubahan dan tantangan dalam pekerjaan
Membangun kepercayaan diri
Era globalisasi membawa segala bentuk perubahan dan pengaruhnya kepada kita, terutama kepada generasi muda. Saat ini banyak kita temui anak2 yang menghabiskan waktunya di mall atau café atau tempat lainnya pada jam2 sekolah mereka, perkelahian antar sesama pelajar, kriminalitas dan kekerasan yang sepertinya tidak mungkin dilakukan oleh anak2 seusia mereka. Apabila ditelaah lebih jauh, banyak hal yang mengakibatkan hal tersebut terjadi. Baik dari sisi keluarga sendiri maupun lingkungan negatif diluar rumah.
Perduli dengan keadaan tersebut, Acktion Outbound mendesain sebuah program liburan khusus untuk anak pelajar SD-SMU usia 8-17 tahun dengan menggunakan metode experiential learning.
Program pelatihan bagi anak-anak dan remaja yang bertujuan untuk mengembangkan rasa percaya diri sejak dini serta menggali potensi yang dimiliki melalui permainan dan kegiatan yang bersifat petualangan di alam terbuka yang menantang dan menyenangkan.
Adapun program yang kami berikan meliputi:
Kekayaan alam
Kebudayaan Indonesia
Pembentukan karakter
Team Building Training Untuk Membentuk Kekuatan Tim dalam Perusahaan atau Organisasi baik Swasta maupun Negeri, dewasa ini setiap perusahaan/organisasi menyadari kebutuhan akan sebuah kinerja tim yang tinggi. Namun, sebagian besar organisasi/perusahaan ini gagal dalam membangun tim yang kuat yang ber-kinerja tinggi. Berdasarkan penelitian yang panjang dan praktek selama bertahun-tahun, salah satu masalah umum yang dihadapi organisasi/perusahaan ini adalah kurangnya kebulatan kesadaran tujuan bersama. Untuk itu, dalam pelatihan/permainan di Acktion Outbound mencoba memberikan Pelatihan Team Building untuk mencari dan mengamati sumber masalah yang ada untuk coba diserang-dan dihilangkan dengan permainan-permainan yang mengasikkan tanpa disadari oleh para peserta Outbound, yaitu untuk membentuk dan membidik "Tujuan Bersama".
Selanjutnya, dalam membentuk tim peserta untuk kinerja tinggi, kami di Acktion Outbound fokus pada permainan pembelajaran berikut:
- Pengkondisian & Pengaturan Tujuan
- Penanaman keyakinan & percaya diri
- Komunikasi Tim
- Manajemen Tim
- Pemecahan masalah
- Teamwork & Motivasi
- Dinamika tim
- Refleksi & sistem umpan balik
- Synergy
- Komitmen & Rencana Aksi Peserta
Peserta Outbound ini adalah Perusahaan atau Organisasi adalah minimal 24 orang per kelompok untuk semua level manajemen / di tingkat manajemen, atau di departemen / divisi.
Sebenarnya Outbound berawal dari bahasa inggris yang berarti out of bounderess pada awalnya adalah pendidikan luar ruangan yg diperuntukan buat tentara sekutu dalam menghadapi PD-I. Namun sekarang outbound dapat di gunakan sebagai solusi kejunuhan sebuah aktifitas di kota. Kegiatan Outbound sendiri sering di adakan di dua tempat yaitu Laut dan Pegunungan yang jauh dari suasana hiruk pikuk Kota metropolitan. Dan bagi para karyawan, wirausahawan, manajer, guru, dan para sales yang bergerak di bidangnya masing-masing sehingga memiliki kemampuan optimal dalam setiap karya yang dihasilkannya. Melalui training pengembangan diri ini akan dihasilkanlah individu yang berkualitas, dimana individu yang berkualitas ini merupakan individu yang memiliki inovasi, pro aktif, cepat tanggap dan tekun dalam menjalani segala tugas dan tanggungjawab yang dimilikinya
Fun Outbound merupakan bentuk kegiatan yang menyenangkan. Tujuan diadakanya fun Outbound adalah untuk merefresh suasana OUTBOUND mendapatkan suasana yang menyenangkan dan dapat pula memecah ketegangan yang ada.
Fun Outbound berbentuk simulasi-simulasi sederhana yang menyenangkan Tanpa mengurangi aspek-aspek pelatihan OUTBOUND TRAINING.Permainan jenis ini digunakan untuk membuat suatu team menjadi lebih solid, sambil menuai berbagai hikmah yang ada di dalamnya. Fun Games juga sangat cocok untuk Anda yang menginginkan kegiatan luar ruangan yang santai namun kaya akan hikmah .
Program Outbound merupakan sebuah program yang dilaksanakan dalam bentuk Simulasi Permainan (Games), High Rope dan Adventure yang semuanya memiliki nilai training tersendiri dan merupakan bagian dari Metode Experiential Learning yang kami gunakan. Adapun tujuan kegiatan ini secara garis besar berorientasi pembentukan SDM sebagai seorang individu yang handal dari segi Kecerdasan Emotional (Emotional Inteligence), Kecerdasan Spiritual (Spiritual Inteligence) dan Kecerdasan Intelektual (IQ) sehingga mampu bekerjasama dalam team yang tangguh untuk menjalankan suatu program kerja dan mencari solusi permasalahan yang ada dalam dunia kerjanya.
Semakin majunya sebuah peradaban dan persaingan usaha yang sangat luar biasa menuntut kemapanan bagi setiap orang ataupun lembaga yang berada di dalamnya. Untuk menjadi seseorang atau lembaga yang bisa maju, bersaing dan bahkan menjadi Top Leader di bidangnya perlu seseorang atau lembaga yang mempunyai kemampuan yang juga luar biasa.
Materi Program :
- Ice Breaking
- Goal Setting
- Fun Games
- Effective Communication Programs
- Team Building Programs
- Problem Solving Programs
- Synergy Programs
- Adventure
- Training Motivasi (Indoor) ~ jika diperlukan
- Commitment
- Observasi ~ jika diperlukan
Paintball jakarta lokasi yang tepat adalah di Buperta Ragunan, yang terletak di pusat kota Jakarta. Selain masih di wilayah JAKARTA, tempat ini juga memiliki Pohon yang sangat banyak serta tempat yang luas sehingga Lokasi ini sangat cocok untuk Permainan Paintball di JAKARTA.
Lokasi PaintBall Jakarta juga bisa dilakukan di tempat lain karena kami siap mobile untuk mengadakan paintball sesuai pesanan anda.
Lokasi PaintBall Jakarta juga bisa dilakukan di tempat lain karena kami siap mobile untuk mengadakan paintball sesuai pesanan anda.
Paint Ball
Fasilitas:
- Trainer + Technical Team
- Semi-Automatic Weapons
- 40 Bullets, Uniform,
- Body Protector
- Goggle (Face Shield)
- Standard Medicine,
- Mineral Water.
Minimal Peserta Untuk Paintball adalah 30 Orang.
Saat ini dalam dunia Corporate sangat dibutuhkan orang-orang yang berpikir kreatif, cerdas, efektif dan efesien. Namun hal itu tidak didukung dengan suasana perkotaan saat yang menjadi pusat Bisnis tersebut. Para karyawan pun membutuhkan semacam program refresing yang dapat meningkatkan kembali efektifitas kerja mereka yang selama ini jenuh bekerja dalam ruangan. Outbound Training menjadi solusi saat ini yang menjadi sangat efektif yang dapat melibatkan hubungan interpersonal, kepercayaan dan ikatan, komunikasi visi bersama dan tujuan, motivasi, modifikasi perilaku sebagai respon terhadap perubahan, dan efektivitas pribadi.
Program-program ini biasanya dilakukan di lokasi yang sangat jauh suasana perkotaan yang penuh dengan persaingan Misalnya di daerah Bogor yang sangat Asri serta sejuk. Dalam sebuah lingkungan yang tenang dan informal, dekat dengan alam, orang ditemukan menjadi lebih introspektif danberpikir luas, membuka jalan bagi proses belajar yang lengkap dan efektif. Setelah menghabiskan beberapa hari dalam situasi outdoor, anggota tim cenderung dapat memahami bersama-sama dengan cara yang tidak mungkin dalam suasana kantor perkotaan dengan kekhawatiran persaingan dan stres.
Selain itu, dalam lingkungan asing dan situasi tak terduga, terentang melampaui zona normal mereka nyaman, orang cenderung kehilangan hambatan mereka, melepaskan topeng mereka dan menjadi lebih mudah menerima pembelajaran. Dalam lingkungan demikian diciptakan, sekarang menjadi mungkin untuk fasilitator berpengalaman untuk mengidentifikasi kekuatan dan area masalah, dan menunjukkan perilaku koping baru.
Telah berulang kali terbukti bahwa peserta dalam program outbound yang dirancang dengan baik selalu menemukan pengalaman tak terlupakan, dan manfaat yang signifikan dan tahan lama.
Program-program ini biasanya dilakukan di lokasi yang sangat jauh suasana perkotaan yang penuh dengan persaingan Misalnya di daerah Bogor yang sangat Asri serta sejuk. Dalam sebuah lingkungan yang tenang dan informal, dekat dengan alam, orang ditemukan menjadi lebih introspektif danberpikir luas, membuka jalan bagi proses belajar yang lengkap dan efektif. Setelah menghabiskan beberapa hari dalam situasi outdoor, anggota tim cenderung dapat memahami bersama-sama dengan cara yang tidak mungkin dalam suasana kantor perkotaan dengan kekhawatiran persaingan dan stres.
Selain itu, dalam lingkungan asing dan situasi tak terduga, terentang melampaui zona normal mereka nyaman, orang cenderung kehilangan hambatan mereka, melepaskan topeng mereka dan menjadi lebih mudah menerima pembelajaran. Dalam lingkungan demikian diciptakan, sekarang menjadi mungkin untuk fasilitator berpengalaman untuk mengidentifikasi kekuatan dan area masalah, dan menunjukkan perilaku koping baru.
Telah berulang kali terbukti bahwa peserta dalam program outbound yang dirancang dengan baik selalu menemukan pengalaman tak terlupakan, dan manfaat yang signifikan dan tahan lama.
Program ini mengedepankan kepada tujuan efisiensi perusahaan. Karyawan / SDM dilatih untuk sama-sama rasa kepemilikan perusahaan bukan sekedar robot yang bekerja dan mendapatkan gaji semata. Sehingga pelatihan terhadap pegembangan perusahaan diajarkan kepada Karyawan baik secra diskusi maupun Experimental Learning.
Bentuk Pelatihan Sinergi Programing adalah dengan simulasi outdoor. Sehingga peserta mampu merasakan langsung suasana kerjasama dengan bersinerdi dengan team yang kami buat di lapangan.
Program pelatihan agar karyawan peka terhadap pekerjaannya sehingga dapat segera memberikan cara-cara sollutif terhadap permasalahan yang muncul dalam Perusahaan. Menjadikan Karyawan terbiasa dengan tantangan, creative dalam bekerja, serta berperan sebagai problem solving bukan problem maker.
Simulasi akan kami berikan dengan memberikan sebuah alat-alat permainan yang semuanya merupakan masalah yang harus di pecahkan bersama team.
Beberapa Contoh Games OUTBOUND :
Games Outbound MENYEBERANGI DAERAH TERKONTIMINASI VIRUS
Tujuan Outbound :
Ø Menyeberangi daerah terkontaminasi virus mematikan dengan kendaraan yang hanya bisa berfungsi jika selalu bersentuhan dengan orang yang menggunakan; tiap anggota tim membawa “kromosom manusia super” yang hanya bisa hidup kalau anggota tim selalu bersentuhan dengan kendaraan yang digunakan.
Peralatan Outbound :
Ø balok kayu 10 x 10 cm dengan panjang 20-40 cm untuk tiap orang ,
Ø 1 balok kayu cadangan untuk membantu kalau terjadi kemacetan dalam permainan outbound ini.
Waktu Outbound :
Ø 30 – 60 menit
Persiapan Outbound :
Ø lapangan yang cukup luas Untuk Outbound
Ø membuat garis start dan finish dengan jarak sekitar 10-15 meter.
Petunjuk Outbound :
Ø Tim Outbound ditugasi menyebarkan “kromosom manusia super” ke daerah lain, tetapi harus melewati daerah yang terkontaminasi virus. Semua anggota tim harus sampai di seberang dengan selamat beserta kromosom itu.
Ø Tiap orang yang menyentuh daerah terkontaminasi harus kembali untuk mendapat perawatan mental (menambah waktu 1 menit bagi tim)
Ø Agar alat angkut tetap berfungsi, sekaligus menjaga kromosom yang dibawa dengan suhu manusia, alat itu harus selalu bersentuhan dengan manusia. Kalau alat angkut itu tidak tersentuh manusia, sekalipun hanya sekejap, maka alat angkut itu tidak bisa dipakai lagi (disingkirkan oleh fasilitator)
Ø Cara penggunaan alat angkut Outbound ini yang benar adalah meletakkan dengan tangan, menginjakkan kaki pada alat angkut itu sambil tangan tetap memegang alat angkut; setelah itu kaki baru bisa diangkat.
Ø Alat angkut hanya bisa digunakan sekali jalan, jadi tidak bisa digunakan bolak-balik.
Penilaian :
Ø Jumlah waktu yang digunakan untuk melakukan tugas.
Ø Jumlah kesalahan.
Kesalahan :
Akan dihitung sebagai 1 kesalahan apabila;
Ø ada orang menyentuh daerah yang terkontaminasi,
Ø alat yang digunakan menyeberang tidak bersentuhan dengan manusia.
Catatan :
Ø Awasi benar balok yang tak tersentuh, karena biasanya kesalahan disembunyikan dari pengawasan fasilitator.
Ø Variasi: Bagi menjadi 2 kelompok yang berseberangan, dengan satu anggota yang tidak memiliki alat angkut; kedua tim harus bertukar tempat.
Outbound MENGAMBIL AIR DISUNGAI BERBUAYA
Tujuan :
Ø Menyamakan Persepsi mereka sewaktu menerima instruksi
Ø Komunikasi antara leader dengan anggota dan antar anggota itu sendiri
Ø Membuat strategi/perencanaan yang disepakati bersama dan inovasi
Ø Kerjasama tim dalam menghadapi tantangan
Ø Pentingnya spesialisasi
Waktu :
Ø 30 menit ( Dengan perincian : 15 menit game, 15 menit debriefing )
Peralatan/Material yang dibutuhkan :
Ø 2 bh ember besar yang datar. Ukuran : 250 gallon.
Ø 2 bh ember sedang. Ukuran 100 gallon.
Ø 2 bh kaleng susu kental ( kalau bisa yang ada tangkainya )
Ø 2 bh balok matting board ( T = 20 cm; L = 20-25 cm; P = 400 cm )
Ø 2 Tali tambang, ukuran ¾” sepanjang 200 cm.
Berikan instruksi ( open ended type ) :
Ø Situasinya : Tim kita dihadapkan dengan suatu tantangan dimana tim kita ditugaskan mengambil air yang ada didalam sungai yang curam dan. Kita ditantang untuk mengambil air dengan selamat.
î Anda diminta untuk mengambil air dan menuangkannya kedalam storage tank yang tersedia sampai penuh dengan selamat.
î Ukuran keberhasilan adalah jumlah waktu yang dibutuhkan, dan kesalahan yang terjadi ( anggota dan juga atribut lainya yang jatuh sungai).
î Berikan waktu perencanaan selama 7 menit
î Lakukan 2 kali kesempatan untuk melihat perbaikan proses. Sampaikan prestasi t terbaik yang pernah dicapai oleh tim lai ( 2 menit )
î Berikan waktu perencanaan selama 3 menit
.
Outbound MENYEBERANGI DAERAH YANG MENGANDUNG RADIOAKTIF
Tujuan :
Ø Menyamakan Persepsi mereka sewaktu menerima instruksi
Ø Komunikasi antara leader dengan anggota dan antar anggota itu sendiri
Ø Membuat strategi/perencanaan yang disepakati bersama dan inovasi
Waktu :
Ø 30 menit ( Dengan perincian : 15 menit game, 15 menit debriefing )
Peralatan/Material yang dibutuhkan :
Ø 6 bh ban bekas (ukuran sedang)
Ø 6 bh papan ukuran ( T=5cm, L= 15cm, P = 150cm )
Ø 6 bh papan ukuran ( T=5cm, L= 15cm, P = 40cm )
Prosedur :
Ø Berikan instruksi ( open ended type ) :
î Anda diminta untuk menyeberangkan semua anggota dan peralatan dengan selamat
î Ukuran keberhasilan adalah jumlah waktu yang dibutuhkan, dan kesalahan yang terjadi (anggota yang menyentuh tanah/atribut). Berikan waktu perencanaan selama 7 menit
î Lakukan 2 kali kesempatan untuk melihat perbaikan proses. Sampaikan prestasi t terbaik yang pernah dicapai oleh tim lai ( 13 detik )
PERMAINAN BALON DIUDARA
Tujuan :
Ø Mencerminkan bahwa dunia selalu berubah dan sulit untuk diprediksi
Ø Strategi kita menyikapi perubahan yang terjadi.
Waktu :
Ø 30 menit ( Dengan perincian : 15 menit game, 15 menit debriefing )
Peralatan/Material yang dibutuhkan :
Ø balon 2 kali jumlah peserta + extra
Prosedur :
Ø Bagi dalam tim-tim ( 20-25 orang )
Ø Berikan instruksi ( open ended type ) :
- Masing-masing tim diminta untuk melambungkan balonnya keudara
- Ukuran keberhasilan adalah jumlah balon yang masih tertinggal (tidak jatuh) dalam waktu yang telah ditentukan ( 5 menit) dan dapat dilakukan sebanyak 2 kali.
- Berikan waktu perencanaan selama 3 menit
- Sebaiknya diikuti dengan musik yang meriah.
MENYEBERANGI ‘ELECTRIC FENCE “
Tujuan :
Ø Menyamakan Persepsi mereka sewaktu menerima instruksi
Ø Komunikasi antara leader dengan anggota dan antar anggota itu sendiri
Ø Membuat strategi/perencanaan yang disepakati bersama dan inovasi
Ø Kerjasama tim dalam menghadapi tantangan
Waktu :
Ø 30 menit ( Dengan perincian : 15 menit game, 15 menit debriefing )
Peralatan/Material yang dibutuhkan :
Ø Tali rafia yang dibentangkan diantara 2 bh. Pohon/sejenis. Ukuran : Tinggi dari tanah = 130 cm; jarak antar kedua tali = 40 cm.
Ø 2 bh tongkat kayu/bambu; ukuran ( T/P= 300cm )
Prosedur :
Ø Berikan instruksi ( open ended type ) :
Situasinya : Tim kita dihadapkan dengan suatu tantangan dimana ada 2 line yang mengandung arus listrik tegangan tinggi, sedangkan pada bahagian bawah adalah bahagian yang solid. Kita ditantang untuk menyeberangkan semua anggota dan peralatan tanpa menyentuh kabel listrik.
î Anda diminta untuk menyeberangkan semua anggota dan peralatan dengan selamat dan nyaman
î Ukuran keberhasilan adalah jumlah waktu yang dibutuhkan, dan kesalahan yang terjadi ( anggota yang menyentuh kabel listrik ).
î Berikan waktu perencanaan selama 7 menit
î Lakukan 2 kali kesempatan untuk melihat perbaikan proses. Sampaikan prestasi t terbaik yang pernah dicapai oleh tim lai ( 2 menit )
î Berikan waktu perencanaan selama 3 menit
INFINITY CIRCLE
Tujuan :
Ø Merubah pola fikir ( paradigm shift )
Ø Mau berfikir out of box
Waktu :
Ø 30 menit ( Dengan perincian : 15 menit game, 15 menit debriefing )
Jumlah Peserta :
Ø Tidak terbatas.
Peralatan/Material yang dibutuhkan :
Ø Tali Pramuka dengan panjang 150 cm sebanyak peserta.
Prosedur :
Ø Bagi dalam tim-tim dalam 2 baris dan berhadap-hadapan
Ø Berikan instruksi ( open ended type ) :
î Anda diminta untuk melepaskan diri anda tanpa melepaskan ikatan tali tersebut.
PUZZLE
Tujuan :
Ø Menyamakan Persepsi mereka sewaktu menerima instruksi
Ø Komunikasi antara leader dengan leader, leader dengan anggota dan antar anggota itu sendiri
Ø Membuat strategi/perencanaan yang disepakati bersama dan inovasi
Ø Kerjasama tim dalam menghadapi tantangan
Ø Kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan tim
Waktu :
Ø 30 menit ( Dengan perincian : 15 menit game, 15 menit debriefing )
Peralatan/Material yang dibutuhkan :
Ø 5 set segi empat bujur sangkar yang dipotong dengan potongan yang saling berbeda satu sama lainnya.
Prosedur :
Ø Bagi dalam tim-tim ( 8 - 12 orang )
Ø Berikan instruksi ( open ended type ) :
î Anda diminta untuk membuat segi empat bujur sangkar di setiap tim.
î Ukuran keberhasilan adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk membuat segi empat tsb. di masing-masing tim. Stop watch dimatikan apabila semua tim sudah mempunyai segi empat tsb.
î Tentukan leader di masing-masing tim
î Hanya leader yang boleh berkomunikasi antar tim
î Leader hanya boleh memberi dan tidak boleh meminta
î Berikan waktu perencanaan selama 5 menit
Ciwangun yang terletak di Bandung, Jawa Barat didukung oleh lahan seluas 22 Ha, dengan ketinggian 1000 m diatas permukaan laut, yang meliputi : areal Hutan Pinus, Perkebunan Teh, Sungai, Perbukitan, Danau Buatan, Air Terjun, serta fasilitas fasilitas pendukung lainnya.
Kampung Caringin adalah tempat yang menarik bagi orang yang gemar berkegiatan di alam terbuka. Di areal seluas 5 HA yang eksklusif. Bagi anda penggemar olahraga mancing, tersedia kolam ikan lengkap dengan peralatan pancingnya. Bagi yang suka bermain bola, tersedia lapangan untuk sepakbola. Bagi yang hobby trakking, ada jogging track yang menarik untuk dicoba. Dan bagi yang suka paint ball, tempat ini cukup tepat untuk arena permainan..
Experiential Learning?
"Experiential learning adalah proses belajar mengajar yang menggabungkan pengalaman langsung yang bermakna kepada seseorang dipandu dengan refleksi dan analisis. Hal ini membuat seseorang focus untuk aktif dalam mengambil kesempatan serta inisiatif, tanggung jawab dalam mengambil keputusan. Ini adalah pendekatan holistik untuk pembelajaran yang menghubungkan kepala dengan tubuh, hati, semangat, dan jiwa. Tradisional akademis pendekatan untuk fokus pendidikan terutama pada pengembangan intelektual individu sementara metode pendidikan pengalaman fokus pada keseluruhan pribadi "(Kolb)
Apakah siklus Experiential Learning?
Hanya sedikit orang yang belajar dengan baik melalui pendekatan teoritis dan ceramah saja. Itulah mengapa kita memanfaatkan proses Experiential Learning.
Apa yang kita maksud dengan itu? Lihatlah Siklus Experiential Learning di bawah ini.
Jika Anda melihat lingkaran, Anda akan menemukan bahwa ini adalah usaha untuk bergabung bersama pengalaman nyata hidup dengan akuisisi pengetahuan teoritis. Sayangnya, belajar yang paling formal saat ini berkonsentrasi terutama pada perolehan pengetahuan. Sisa siklus berurusan dengan kehidupan nyata diabaikan.
Dalam proses pembelajaran pengalaman, peserta tidak boleh lebih dari beberapa menit dari mencoba konsep baru dalam simulasi atau percobaan dan tidak lebih dari setengah hari jauh dari memanfaatkan dalam situasi kehidupan nyata. Bahkan proses belajar adalah sama pentingnya dengan informasi yang dipelajari.
Anda akan melihat empat tahap siklus ini tercermin dalam model ini. Siklus hampir selalu dimulai di bagian atas dengan Pengalaman. Kami tertarik dalam semua pengalaman bahwa setiap orang akan memiliki apakah di rumah, sekolah, dengan teman-teman ... atau pada saat-saat pertemuan program ini. Kurikulum ini mendorong kita untuk berpindah dari pengalaman untuk Refleksi. Ini adalah tahap pembekalan ketika kita bertanya tentang apa yang telah terjadi kepada kita dalam pengalaman kita. Dari pertanyaan-pertanyaan ini kita dapat mulai merumuskan pembelajaran dan konsep baru. Ini adalah tahap Insight. Dari titik ini kita bergerak secara alami untuk Aksi ... menempatkan pembelajaran baru untuk menguji. Hal ini kemudian memberikan tambahan dan siklus Pengalaman terus di.
Apa peran saya sebagai seorang faciliator?
Apa fasilitator yang efektif terlihat seperti?
Apakah latihan pengalaman sama dengan game?
Tidak ... permainan untuk energi tinggi, menyenangkan dan orang-orang terlibat. Jika mereka membosankan atau un-menyenangkan maka mereka tidak berhasil. Latihan pengalaman membawa kita ke dalam pengalaman yang dirancang untuk belajar melalui pengalaman debriefing dan mengumpulkan wawasan untuk tindakan di masa depan.
Sering kali, latihan pengalaman memiliki semua kualitas terbaik dari permainan yang baik (energi yang tinggi, menyenangkan, orang keterlibatan) tapi kadang-kadang mereka tidak. Kadang-kadang latihan pengalaman menyebabkan beberapa tingkat stres dan ini bisa tidak nyaman bagi orang-orang, tapi ... ia menciptakan lingkungan terbaik untuk belajar yang nyata. Perbedaan lain adalah bahwa permainan sangat tugas / berorientasi tujuan. Mereka cenderung untuk menjadi kompetitif dan biasanya ada pemenang dan pecundang. Latihan pengalaman dirancang untuk menekankan pengalaman itu sendiri bukan tujuan menyelesaikan tugas.
Jadi ... jangan khawatir tentang apakah orang "seperti" pengalaman .. atau apakah mereka menyukai Anda untuk hal itu. Tugas Anda adalah untuk memfasilitasi belajar ... untuk tidak membuat semua orang senang sepanjang waktu. Jangan pergi untuk kompetisi dan pencapaian tujuan .. belajar untuk menjadi seorang pengamat dari proses. Carilah apa yang bisa dipelajari melalui apa pun yang terjadi ... terencana atau tidak.
Sumber : https://www.olagroup.com/Display.asp?Page=experiential_learning
"Experiential learning adalah proses belajar mengajar yang menggabungkan pengalaman langsung yang bermakna kepada seseorang dipandu dengan refleksi dan analisis. Hal ini membuat seseorang focus untuk aktif dalam mengambil kesempatan serta inisiatif, tanggung jawab dalam mengambil keputusan. Ini adalah pendekatan holistik untuk pembelajaran yang menghubungkan kepala dengan tubuh, hati, semangat, dan jiwa. Tradisional akademis pendekatan untuk fokus pendidikan terutama pada pengembangan intelektual individu sementara metode pendidikan pengalaman fokus pada keseluruhan pribadi "(Kolb)
Apakah siklus Experiential Learning?
Hanya sedikit orang yang belajar dengan baik melalui pendekatan teoritis dan ceramah saja. Itulah mengapa kita memanfaatkan proses Experiential Learning.
Apa yang kita maksud dengan itu? Lihatlah Siklus Experiential Learning di bawah ini.
Jika Anda melihat lingkaran, Anda akan menemukan bahwa ini adalah usaha untuk bergabung bersama pengalaman nyata hidup dengan akuisisi pengetahuan teoritis. Sayangnya, belajar yang paling formal saat ini berkonsentrasi terutama pada perolehan pengetahuan. Sisa siklus berurusan dengan kehidupan nyata diabaikan.
Dalam proses pembelajaran pengalaman, peserta tidak boleh lebih dari beberapa menit dari mencoba konsep baru dalam simulasi atau percobaan dan tidak lebih dari setengah hari jauh dari memanfaatkan dalam situasi kehidupan nyata. Bahkan proses belajar adalah sama pentingnya dengan informasi yang dipelajari.
Anda akan melihat empat tahap siklus ini tercermin dalam model ini. Siklus hampir selalu dimulai di bagian atas dengan Pengalaman. Kami tertarik dalam semua pengalaman bahwa setiap orang akan memiliki apakah di rumah, sekolah, dengan teman-teman ... atau pada saat-saat pertemuan program ini. Kurikulum ini mendorong kita untuk berpindah dari pengalaman untuk Refleksi. Ini adalah tahap pembekalan ketika kita bertanya tentang apa yang telah terjadi kepada kita dalam pengalaman kita. Dari pertanyaan-pertanyaan ini kita dapat mulai merumuskan pembelajaran dan konsep baru. Ini adalah tahap Insight. Dari titik ini kita bergerak secara alami untuk Aksi ... menempatkan pembelajaran baru untuk menguji. Hal ini kemudian memberikan tambahan dan siklus Pengalaman terus di.
Apa peran saya sebagai seorang faciliator?
- aman, hangat, menerima atmosfer, menantang
- menghormati pengetahuan setiap orang, pengalaman dan keahlian
- yang tidak bersalah, tekanan rendah lingkungan belajar
- pemahaman bahwa belajar adalah sebuah perjalanan
- kualitas kepemimpinan hamba
Apa fasilitator yang efektif terlihat seperti?
- Pembelajar berpusat lebih dari guru berpusat
- Mempercayai (proses dan peserta didik)
- Kemampuan untuk berurusan dengan ambiguitas dan ketegangan proses
- Ramah, fleksibel, terbuka, mendengarkan dengan penuh perhatian, menjelaskan dengan jelas,
- Terampil pengamat, meminta pemikiran pertanyaan
- Beberapa ukuran dari pengungkapan diri yang sesuai
- Sadar menghilangkan stereotip dan bias
- Terbuka dan jujur
- Kompeten dan sensitif dalam keterampilan komunikasi
- Menanggapi komentar positif pembelajar
- Perhatian, ekspresif, antusias, jelas, dan terorganisir
- Menampilkan kepentingan pribadi dalam pembelajar
- Nyaman dengan kesalahan ... diam
Apakah latihan pengalaman sama dengan game?
Tidak ... permainan untuk energi tinggi, menyenangkan dan orang-orang terlibat. Jika mereka membosankan atau un-menyenangkan maka mereka tidak berhasil. Latihan pengalaman membawa kita ke dalam pengalaman yang dirancang untuk belajar melalui pengalaman debriefing dan mengumpulkan wawasan untuk tindakan di masa depan.
Sering kali, latihan pengalaman memiliki semua kualitas terbaik dari permainan yang baik (energi yang tinggi, menyenangkan, orang keterlibatan) tapi kadang-kadang mereka tidak. Kadang-kadang latihan pengalaman menyebabkan beberapa tingkat stres dan ini bisa tidak nyaman bagi orang-orang, tapi ... ia menciptakan lingkungan terbaik untuk belajar yang nyata. Perbedaan lain adalah bahwa permainan sangat tugas / berorientasi tujuan. Mereka cenderung untuk menjadi kompetitif dan biasanya ada pemenang dan pecundang. Latihan pengalaman dirancang untuk menekankan pengalaman itu sendiri bukan tujuan menyelesaikan tugas.
Jadi ... jangan khawatir tentang apakah orang "seperti" pengalaman .. atau apakah mereka menyukai Anda untuk hal itu. Tugas Anda adalah untuk memfasilitasi belajar ... untuk tidak membuat semua orang senang sepanjang waktu. Jangan pergi untuk kompetisi dan pencapaian tujuan .. belajar untuk menjadi seorang pengamat dari proses. Carilah apa yang bisa dipelajari melalui apa pun yang terjadi ... terencana atau tidak.
Sumber : https://www.olagroup.com/Display.asp?Page=experiential_learning






























